Skip to main content

10 Kuliner Halal Legendaris di Kota dan Kabupaten Bogor

Panduan kuliner halal di Kota dan Kabupaten Bogor: 10 tempat makan legendaris, suasana keluarga dan couple-friendly, plus tips rute dan jam buka.

 |  Muhammad Fauzi Rizal  |  Jalan-jalan
Ilustrasi Alun-alun Kota Bogor
Ilustrasi Alun-alun Kota Bogor

Kalau kamu tipe yang kalau ke Bogor lebih dulu mikirin “makan di mana?” daripada “nginap di mana?”, artikel ini buat kamu.

Bogor—baik kota maupun kabupatennya—itu paket lengkap: udara relatif sejuk, tempat wisata alam banyak, dan yang paling bikin susah move on: deretan kuliner halal yang umurnya bukan cuma hitungan tahun, tapi puluhan tahun. Bukan franchise, bukan yang baru viral kemarin sore, tapi tempat makan yang sudah lama dibuktikan lidah banyak orang.

Di bawah ini, kita jalan pelan-pelan menyusuri 10 kuliner halal legendaris di Bogor, dengan rentang harga murah sampai sedang, dan suasana yang cocok buat keluarga maupun couple.

DAFTAR ISI

Kenapa Bogor Cocok buat Wisata Kuliner Halal?

Beberapa alasan kenapa Bogor enak banget dijadikan destinasi kuliner halal:

  • Mayoritas penduduk Muslim, jadi wajar kalau banyak tempat makan yang dari awal memang menyasar pasar halal, terutama kuliner khas seperti toge goreng, asinan, soto, laksa, dan lain-lain.

  • Kota wisata yang hidup dari weekend crowd: banyak warung dan resto sengaja dijaga konsistensi rasanya supaya pelanggan balik lagi, bukan sekadar numpang viral.

  • Variasi suasana: dari kaki lima di Gang Aut dan Suryakencana, sampai saung bambu di pinggir sawah dan danau di Kabupaten Bogor.

Tetap, buat kamu yang ekstra hati-hati soal kehalalan, selalu aman untuk:

Tanya langsung ke penjual soal penggunaan bahan, minyak goreng, dan pemisahan alat masak. Better safe than sorry.


Zona Kota Bogor: Street Food Halal di Sekitar Suryakencana & Pasar Anyar

Ini bagian yang biasanya bikin itinerary jebol. Dalam radius yang nggak terlalu jauh dari Kebun Raya Bogor, kamu bisa sarapan, jajan, sampai makan malam tanpa harus pindah kota.

1. Toge Goreng Mang Gebro Putra – Klasik Oncom yang Bikin Rindu

Toge goreng adalah salah satu ikon kuliner Bogor: tauge, lontong, mi kuning, dan tahu yang disiram kuah oncom gurih pedas.

Salah satu nama yang paling sering disebut: Toge Goreng Mang Gebro Putra di sekitar Pasar Anyar. Berbagai liputan menyebut warung ini sudah eksis sejak era 1940–an/1950–an, dan terus bertahan sampai sekarang, jadi jelas lewat syarat “minimal 5 tahun”.

Highlight:

Jam buka (rata-rata):
Umumnya buka pagi hingga siang (sekitar 08.00–14.00 WIB), dan sering habis sebelum jam tutup “resmi”.

Cocok untuk:

  • Traveller yang suka kuliner tradisional “no drama”.

  • Keluarga yang ingin mengenalkan makanan khas Bogor ke anak-anak (asal anaknya oke dengan rasa oncom).


2. Cungkring Pak Jumat – Jeroan Sapi + Bumbu Kacang di Pagi Hari

 

Cungkring adalah irisan kikil dan bagian kaki sapi yang direbus empuk, disajikan dengan lontong, tempe, dan siraman bumbu kacang. Di Bogor, nama Cungkring Pak Jumat di kawasan Suryakencana termasuk yang paling legendaris—banyak media menyebut beliau mulai berjualan sekitar tahun 1970-an.

Highlight:

Jam buka (rata-rata):
Biasanya pagi sampai siang, beberapa liputan menyebut sekitar 07.00–11.00 WIB, dan sering habis sebelum zuhur.

Cocok untuk:

  • Kamu yang suka eksplor jeroan sapi.

  • Couple yang mau “sarapan unik” sebelum lanjut jalan-jalan ke Kebun Raya atau museum.


3. Lumpia Basah Gang Aut – Jajanan Jalanan Sejak 1970-an

Di Gang Aut, dekat kawasan Suryakencana, ada lumpia basah yang sudah jadi legenda sejak sekitar awal 1970-an. Kulit lumpia yang lembut diisi rebung, tauge, dan telur, lalu ditumis dengan bumbu bawang putih, ebi, dan sedikit kecap.

Highlight:

  • Tekstur basah tapi tidak lembek, dengan rasa manis-gurih yang ringan.

  • Biasanya dimasak dadakan per porsi, jadi kamu bisa lihat prosesnya di wajan kecil di depan mata.

Jam buka (rata-rata):
Umumnya buka siang sampai sore (sekitar 11.00–17.00 WIB), tergantung stok.

Cocok untuk:

  • Snack sharing bareng keluarga.

  • “Pit stop” kecil di tengah sesi foto-foto di kawasan kota tua Bogor.

4. Nasi Goreng Pete Guan Tjo – Fried Rice Jadul Sejak 1965

Kalau malam datang dan perut mulai berisik, Nasi Goreng Pete Guan Tjo di Suryakencana adalah salah satu jawaban klasik. DetikFood dan beberapa media lokal menulis bahwa kedai ini sudah ada sejak 1965, dimulai dari gerobak sederhana hingga kini menempati ruko di Jalan Suryakencana No. 193.

Highlight:

  • Menu andalan: Nasi Goreng Pete dan Nasi Goreng Ayam Sosis dengan gaya Chinese–Indonesia yang simpel tapi penuh aroma smoky.

  • Petenya digoreng terpisah sampai garing, lalu ditaburkan di atas nasi, jadi aromanya tidak terlalu “menguasai” nasi gorengnya.

Jam buka (rata-rata):
Banyak liputan menyebut kedai ini buka sekitar 09.00–21.00 WIB.

Cocok untuk:

  • Wisata kuliner malam Bogor yang halal dan nyaman.

  • Date night santai ala street food—cukup cari meja, pesan dua porsi plus acar, selesai.


5. Asinan Sedap Gedung Dalam – Asinan Ikonik Bogor

Asinan Bogor itu definisi “pedas, asam, segar” dalam satu mangkok. Di antara banyak pilihan, Asinan Sedap Gedung Dalam jadi salah satu nama yang paling sering diangkat media sebagai asinan legendaris dengan variasi asinan buah, sayur, dan campur.

Highlight:

  • Kuah cuka cabainya nendang tapi tetap seimbang dengan manis dan asam.

  • Cocok dijadikan oleh-oleh, karena mereka juga menjual asinan dalam kemasan untuk dibawa pulang.

Jam buka (rata-rata):
Umumnya pagi hingga sore (sekitar 08.00–19.00 WIB).

Cocok untuk:

  • Penyuka makanan pedas–segar.

  • Keluarga yang mau bawa “rasa Bogor” pulang ke rumah.


6. Sop Buah Pak Ewok / Saung Pak Ewok – Manis, Segar, dan Halal

Sejak era 1980-an, Sop Buah Pak Ewok sudah jadi salah satu ikon sop buah di Bogor. Awalnya dari gerobak dekat Taman Kencana, sekarang berkembang jadi Saung Pak Ewok dengan beberapa cabang, termasuk di dekat kampus IPB (Baranangsiang) dan kawasan Air Mancur.

Highlight:

  • Sop buah dengan pilihan kuah susu, jeruk, atau yogurt, plus topping buah segar yang melimpah.

  • Banyak review menyebut tempat ini ramah keluarga: ada area bermain anak, mushola, dan pilihan makanan berat seperti nasi timbel dan iga bakar.

Jam buka (rata-rata):
Beberapa sumber menulis jam buka 10.00–21.00 WIB, dengan catatan saat Jumat buka lebih siang di beberapa cabang.

Cocok untuk:

  • Ngadem siang hari setelah muter Kebun Raya.

  • Quality time keluarga—anak bisa main, orang tua bisa ngobrol panjang.


Zona Kabupaten Bogor: Saung dan Resto Alam untuk Keluarga & Couple

Begitu keluar sedikit dari pusat kota, Bogor berubah jadi deretan sawah, bukit, dan danau. Di sini, banyak resto Sunda yang memang didesain untuk kumpul keluarga besar sekaligus tempat makan tenang untuk couple.

7. Gurih 7 Bogor – Saung Sunda dengan View Air Terjun

Kalau kamu ingin merasakan sensasi makan ditemani suara gemericik air terjun, Gurih 7 Bogor di kawasan Pajajaran bisa masuk list wajib. Restoran ini terkenal dengan konsep saung bambu, kolam ikan, dan air terjun buatan yang jadi ikon.

Highlight:

  • Menu utama: masakan Sunda seperti gurame goreng kipas, gurame bakar bumbu khas, ayam goreng/bakar, karedok, dan aneka sambal.

  • Suasananya terasa seperti “kabin pedesaan” di tengah kota—pas untuk keluarga besar maupun dinner berdua yang pengin ambience natural.

Jam buka (rata-rata):
Informasi resmi menulis buka setiap hari 09.00–22.00 WIB.


8. Saung Kuring – Resto Sunda Favorit Keluarga di Jalur Strategis

Di Jalan Soleh Iskandar, Saung Kuring sudah lama jadi andalan keluarga Bogor untuk makan besar. Sejumlah ulasan menyebut restoran ini sudah beroperasi sejak awal 1990-an, dan sampai sekarang masih jadi favorit untuk acara keluarga dan rombongan.

Highlight:

  • Saung-saung bambu di atas kolam ikan, dengan menu khas Sunda: nasi timbel komplit, gurame bakar, sayur asem, pepes, dan lain-lain.

  • Lokasinya dekat akses tol, jadi sering dijadikan titik kumpul sebelum atau sesudah perjalanan panjang.

Jam buka (rata-rata):
Umumnya 10.00–20.30 WIB, hampir setiap hari.

Cocok untuk:

  • Family gathering, arisan, atau halal bi halal.

  • Rombongan yang butuh parkir luas dan menu aman buat semua umur.

9. Bukit Air Resto – Makan di Tengah Sawah Ciomas

Di Ciomas, Kabupaten Bogor, Bukit Air Resto menawarkan pengalaman makan di saung bambu yang menghadap langsung ke hamparan sawah dan pegunungan. Banyak ulasan menyorot resto ini sebagai tempat makan Sunda dengan suasana desa yang kental.

Highlight:

Jam buka (rata-rata):
Umumnya buka pagi hingga malam (kisaran 09.00–21.00 WIB), terutama saat akhir pekan.

Cocok untuk:

  • Keluarga dengan anak kecil yang butuh lari-lari sebentar.

  • Couple yang suka suasana pedesaan dan sunset di belakang sawah.


10. Saung Berkah Resto & Cafe – Hidden Gem Tepi Danau di Cibinong

Sedikit bergeser ke Cibinong, Saung Berkah Resto & Cafe dikenal sebagai resto tepi danau dengan konsep saung yang adem, cocok untuk quality time keluarga. ChanelMuslim dan berbagai ulasan online menyebut tempat ini sebagai destinasi ramah keluarga dengan view air dan pepohonan.

Highlight:

  • Menu Nusantara, terutama olahan ikan seperti gurame terbang, plus aneka masakan rumahan.

  • Suasana tenang di pinggir danau—cocok juga untuk makan berdua yang butuh ngobrol panjang tanpa kebisingan kota.

Jam buka (rata-rata):
Banyak info menyebut buka 10.00–21.00 WIB setiap hari.


Menyusun Itinerary Wisata Kuliner Halal Sehari di Bogor

Supaya kunjunganmu efektif (dan lambung masih bisa diajak kompromi), ini contoh itinerary yang bisa kamu modifikasi:

Rute 1 – Full Day Kota Bogor (Keluarga / Couple)

  • Pagi

    • Sarapan di Cungkring Pak Jumat atau Toge Goreng Mang Gebro Putra.

    • Lanjut jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor atau museum di sekitar pusat kota.

  • Siang

    • Mampir ke Asinan Gedung Dalam sebagai camilan segar.

    • Kalau matahari lagi galak, lanjut ngadem di Sop Buah Pak Ewok / Saung Pak Ewok dekat IPB Baranangsiang.

  • Malam

    • Tutup hari di Nasi Goreng Pete Guan Tjo di Suryakencana untuk kuliner malam halal yang klasik.

Rute 2 – Mix Kuliner + Alam (Bogor Kota + Kabupaten)

  • Pagi

    • Berangkat agak pagi dari Jakarta/Tangerang/Depok.

    • Aktivitas alam dulu: misalnya rafting di Kalibaru (lihat artikel rafting Kalibaru Bogor untuk gambaran serunya).

  • Siang

    • Menuju Bukit Air Resto di Ciomas atau Saung Berkah Cibinong. Pilih yang konsepnya paling kamu suka: sawah atau danau.

  • Sore / Malam

    • Masuk kota, hunting jajanan di kawasan Suryakencana: bisa lanjut Lumpia Basah Gang Aut, asinan, atau sop buah.

    • Kalau masih ada energi, kamu bahkan bisa melanjutkan eksplor wisata alam lain di Bogor lain kali, misalnya rafting di Sungai Cianten yang pernah kita bahas di Menantang Adrenalin Dengan Rafting Di Sungai Cianten, Bogor.

Dengan kombinasi seperti ini, kamu bisa dapat tiga rasa sekaligus dalam sehari: adrenalin, alam, dan kuliner halal legendaris.

Tips Nyaman & Aman Wisata Kuliner Halal di Bogor

Beberapa tips kecil tapi berguna:

  • Datang lebih pagi untuk street food legendaris
    Cungkring dan toge goreng bisa habis sebelum siang. Kalau datang agak siang, siap-siap gigit jari.

  • Weekend = ramai, terutama resto saung
    Untuk Gurih 7, Saung Kuring, Bukit Air, dan Saung Berkah, sebaiknya reservasi dulu kalau datang rombongan.

  • Halal awareness tetap nomor satu
    Walaupun menu mereka pada dasarnya khas Sunda atau jajanan lokal yang identik dengan halal, tetap tidak ada salahnya tanya soal bahan (minyak, kaldu, saus) jika kamu punya standar ketat.

  • Siapkan uang elektronik & tunai
    Banyak tempat sudah menerima pembayaran non-tunai, tapi beberapa pedagang kaki lima masih murni cash.

  • Jadikan kuliner bagian dari gaya hidup sehat
    Setelah kenyang makan, kamu bisa “menebus dosa” dengan jalan kaki agak jauh, atau melatih fokus membaca artikel-artikel ringan seperti latihan membaca fokus 20 menit sambil nunggu kereta pulang.


Bukan Sekedar Macet dan Huhujanan

Bogor bukan hanya soal hujan dan macet weekend. Di balik semua itu, ada cerita panjang para penjaja makanan yang sudah bertahan puluhan tahun, menjaga rasa, dan secara tidak langsung menjaga memori banyak orang.

Dari sepiring toge goreng dengan kuah oncom hangat, sepotong gurame goreng di saung dengan view air terjun, sampai semangkuk sop buah dingin di sore hari—semua ini bikin Bogor selalu punya alasan untuk dikunjungi lagi dan lagi.

Kalau kamu termasuk penggila wisata kuliner halal di Bogor, 10 tempat di atas bisa jadi fondasi itinerary. Setelah itu, silakan kamu kembangkan sendiri: eksplor gang kecil, tanya warga lokal, dan temukan “warung favorit” versimu.

Yang penting: makan pelan-pelan, nikmati suasana, dan jangan lupa bawa pulang cerita—bukan cuma kenyang.


Daftar referensi


Tebejowo.com didukung oleh pembaca. Kami mungkin memperoleh komisi afiliasi ketika Anda membeli melalui tautan di situs web kami. Untuk kolaborasi, sponsorship, hingga kerjasama, bisa menghubungi: 0857-1587-2597.

Ikuti juga kami di Google News untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru dari gawai Anda.

 

✓ Link berhasil disalin!