Skip to main content

10 Wisata Kuliner Halal Legendaris Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

Lagi cari wisata kuliner halal di Lombok Tengah? Temukan 10 tempat makan legendaris non-franchise dengan cita rasa khas, suasana hangat, dan kisaran harga ramah kantong, maksimal Rp50 ribu per orang.

 |  Muhammad Fauzi Rizal  |  Jalan-jalan
Ilustrasi Kabupaten Lombok Tengah
Ilustrasi Kabupaten Lombok Tengah

Kalau selama ini Lombok Tengah identik dengan Mandalika dan deretan pantainya yang cakep, sebenarnya ada satu sisi lain yang nggak kalah seru: deretan warung makan dan rumah makan halal yang sudah setia melayani warga lokal dan pelancong sejak bertahun-tahun lalu.

Kabupaten ini jadi pintu masuk penting Pulau Lombok berkat Bandara Internasional Lombok, plus posisinya yang strategis di tengah jalur menuju berbagai destinasi wisata, jadi wajar kalau urusan perut di sini ditangani serius oleh banyak penjaja kuliner lawas.

Di tulisan ini, fokusnya cuma satu: mengajak kamu menyusuri 10 wisata kuliner halal legendaris di Lombok Tengah yang sudah bertahan minimal 10 tahun, non-franchise, dan kisaran harganya masih bersahabat—sekitar Rp20.000–Rp50.000 per orang.


DAFTAR ISI

Kenapa Lombok Tengah Cocok untuk Wisata Kuliner Halal?

Lombok dikenal sebagai salah satu wajah penting wisata halal Indonesia, dan Lombok Tengah ikut mendapat “berkah” itu.
Mayoritas penduduknya muslim, sehingga sebagian besar warung dan rumah makan di sini sejak awal sudah mengusung konsep halal sebagai default, bukan sebagai gimmick.

Buat kamu yang datang bersama keluarga atau pasangan, Lombok Tengah punya beberapa keunggulan:

  • Banyak warung rumahan dan rumah makan besar di jalur strategis seperti Puyung, Praya, Penujak, dan Pujut yang sudah beroperasi sejak lama dan jadi rujukan warga lokal.

  • Lokasinya dekat dengan berbagai spot wisata yang mungkin sudah pernah kamu baca juga di 10 Tempat Wisata NTB Pilihan: Rute & Etika untuk Backpacker Introvert, jadi gampang untuk menyusun rute “pantai dulu, makan enak kemudian”.

Hal lain yang bikin nyaman: karakter kuliner Lombok yang terkenal pedas kuat bisa kamu atur levelnya.
Kalau datang bersama keluarga yang lidahnya belum terlalu akrab dengan pedas Lombok, tinggal bilang ke pemilik warung untuk sedikit “menurunkan gas” sambalnya.


10 Kuliner Halal Legendaris di Lombok Tengah (Non-Franchise)

Berikut 10 kuliner halal yang bisa kamu masukkan ke rute jajan saat menjelajah Lombok Tengah.
Semua fokus pada tempat yang sudah beroperasi lama, punya rasa yang diandalkan, dan masih realistis untuk budget maksimal sekitar Rp50.000 per orang.

1. Nasi Balap Puyung Inaq Esun – Puyung & Tanak Awu

Buat banyak orang Lombok, nama Nasi Balap Puyung Inaq Esun itu sudah seperti “password” kuliner: menyebutnya saja langsung kebayang pedas yang ngacir.
Warung ini disebut sudah berdiri sejak sekitar tahun 1970 di Desa Puyung, Lombok Tengah, dan dikenal sebagai salah satu pelopor nasi balap puyung yang kemudian menginspirasi banyak warung sejenis.

Lokasinya ada di kawasan Puyung dan juga di Tanak Awu, Kecamatan Pujut—area yang tidak jauh dari Bandara Internasional Lombok—jadi sangat pas dijadikan “stop pertama” begitu kamu mendarat atau “stop terakhir” sebelum kembali ke kota asal.
Begitu duduk, biasanya kamu akan disuguhi piring nasi yang penuh dengan ayam suwir pedas, abon kering, kacang kedelai goreng, dan sambal yang siap bikin keringat muncul di dahi.

Kisaran harga seporsi nasi balap di sini umumnya berada di sekitar Rp20.000–Rp30.000, tergantung topping tambahan seperti telur asin atau lauk ekstra, sehingga total per orang masih sangat mungkin di bawah Rp50.000 termasuk minum.
Tempat ini cocok untuk keluarga yang butuh makan cepat dekat bandara dan juga pasangan yang mau memulai perjalanan kulinernya dengan sesuatu yang benar-benar “ini banget Lombok”.

2. Nasi Balap Puyung Demokrasi – Praya

Kalau kamu menginap di sekitar Praya, ibu kota Lombok Tengah, Nasi Balap Puyung Demokrasi bisa jadi opsi sarapan atau makan siang yang praktis.
Warung ini berada di kawasan Praya, salah satunya di sekitar Jalan Rinjani, dan sudah dikenal publik sebagai salah satu nasi balap populer yang jadi langganan masyarakat lokal.

Porsinya tidak main-main: nasi putih, ayam pedas, urap sederhana, dan kadang ada telur atau lauk tambahan yang bikin piring terasa penuh tanpa terlihat mewah berlebihan.
Suasananya khas warung kota kecil—ramai tapi hangat, dan kamu bisa dengan mudah mengamati ritme harian warga Lombok Tengah sambil menunggu pesanan.

Kisaran harga seporsi nasi balap di sini sekitar Rp25.000, tergantung komposisi lauk yang kamu pilih.
Cocok untuk keluarga yang menginap di pusat kota dan butuh makan “aman tapi nendang”, maupun pasangan yang pengin mencicipi sisi lebih lokal Lombok Tengah, jauh dari suasana turistik.

3. Nasi Balap Puyung RM Cahaya – Penujak, Praya Barat

Nama RM Cahaya mungkin tidak seviral Inaq Esun, tapi justru di situlah daya tariknya: warung yang lebih terasa “ketemu karena diajak orang lokal” daripada karena trending di media sosial.
Terletak di Penujak, Praya Barat, lokasi rumah makan ini strategis di jalur yang sering dilewati pelancong menuju kawasan pantai di sisi selatan Lombok Tengah.

Menu utamanya tetap nasi balap puyung dengan lauk ayam pedas, tapi kamu juga bisa menemukan tambahan seperti sate pusut atau lauk-lauk lain yang bikin piring terasa meriah.
Dengan gaya penyajian yang sederhana dan tempo layanan khas rumah makan keluarga, tempat ini enak untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Kisaran harga seporsi nasi balap berkisar di angka Rp25.000, dengan kesempatan menambahkan lauk lain tanpa membuat total per orang melampaui Rp50.000.
Keluarga yang bawa anak kecil bisa memilih duduk agak di dalam agar lebih nyaman, sementara pasangan bisa memilih meja pojok untuk menikmati makan sambil ngobrol santai.

4. Nasi Balap Puyung di Jalur Raya Puyung – Jonggat

Masih di seputar nasi balap, jalur Raya Puyung di Kecamatan Jonggat punya beberapa warung yang sudah sejak lama menjual nasi pedas khas Lombok ini.
Salah satunya kerap disebut dalam liputan kuliner sebagai bagian dari deretan kuliner legendaris Pulau Lombok, dengan ciri khas penyajian sederhana dan rasa yang konsisten pedas namun nagih.

Lokasinya berada di jalur besar yang menghubungkan Kediri–Praya, jadi sangat mudah disinggahi oleh pelancong yang sedang road trip di Lombok Tengah.
Dengan konsep warung pinggir jalan, suasananya terasa lebih kasual dan “seadanya”, tapi justru di situlah nuansa lokal yang banyak dicari para pencinta kuliner.

Kisaran harga di warung-warung nasi balap di jalur ini biasanya sekitar Rp18.000–Rp25.000 per porsi, tergantung komposisi lauk.
Untuk keluarga, tempat seperti ini cocok untuk singgah sebentar sebelum melanjutkan ke destinasi lain, sementara buat pasangan, ini adalah tempat yang pas untuk merasakan sensasi “mampir makan di kampung orang” yang jarang masuk brosur wisata.

5. Rumah Makan Dua Em Bersaudara – Puyung

Kalau kamu ingin sesuatu yang lebih dari sekadar satu piring nasi pedas, Rumah Makan Dua Em Bersaudara bisa jadi tempat “makan besar” yang memanjakan seluruh anggota rombongan.
Rumah makan ini sering muncul dalam daftar kuliner legendaris Pulau Lombok karena menyajikan berbagai menu khas seperti ayam taliwang, ayam julat, sate sum-sum, ikan bakar, dan tentu saja plecing kangkung.

Berada di jalur utama kawasan Puyung, Lombok Tengah, rumah makan ini mudah diakses kendaraan pribadi dan bus kecil, sehingga sering jadi pilihan rombongan keluarga atau teman kerja.
Ruang makannya cukup luas, dengan meja kursi dan area yang nyaman untuk makan bersama sambil berbagi lauk di tengah meja.

Beberapa menu utama di sini disebut berada di kisaran belasan hingga sekitar Rp20.000-an per porsi; kalau dipesan untuk sharing dan dibagi beberapa orang, total per orang masih realistis di bawah Rp50.000 bahkan untuk makan sampai kenyang.
Ini tempat ideal untuk keluarga yang ingin makan serius dengan banyak pilihan lauk, sekaligus menyenangkan untuk pasangan yang hobi “food tasting” berbagai menu khas Lombok dalam satu kali duduk.

{snippet}

6. Warung Nasi Run di Jalur Raya Puyung – Jonggat

Selain nasi balap, ada juga nasi run yang termasuk dalam deretan kuliner khas di Lombok dan disebut dalam beberapa ulasan sebagai salah satu menu legendaris.
Warung nasi run di jalur Raya Puyung, Jonggat, biasanya tampil sederhana, tapi punya pelanggan setia yang datang untuk menikmati nasi dengan lauk rumahan dan sentuhan bumbu lokal.

Menu nasi run menyajikan nasi dengan lauk sederhana dan porsi yang pas, kadang ditemani telur asin atau gorengan sebagai pelengkap.
Suasananya cenderung santai, dengan arus pengunjung yang datang dan pergi cepat—pas untuk kamu yang sedang dalam perjalanan dan butuh makan tanpa banyak drama.

Kisaran harga yang disebutkan berada di sekitar Rp18.000–Rp23.000 per porsi, sehingga sangat ramah kantong, terutama untuk traveler yang ingin fokus menghabiskan budget di destinasi wisata lain.
Untuk keluarga, ini cocok sebagai opsi sarapan atau makan siang singkat, sementara untuk pasangan, bisa jadi momen mencicipi menu yang jarang muncul di kota besar.

7. Rumah Makan Rumahan di Kawasan Praya

Praya sebagai pusat pemerintahan Lombok Tengah juga menyimpan sejumlah rumah makan rumahan yang sudah lama jadi andalan pegawai kantor, guru, dan warga sekitar.
Menu yang ditawarkan biasanya lebih “rumah banget”: ayam goreng bumbu, ikan, sayur bening, tumisan sederhana, dan sambal yang siap menemani sepiring nasi.

Lokasinya tersebar di beberapa titik keramaian Praya, terutama dekat jalan utama dan area perkantoran, sehingga kamu yang kebetulan melipir ke kota ini bisa dengan mudah menemukannya hanya dengan berjalan kaki atau berkendara sebentar.
Suasananya cenderung santai—beberapa bahkan masih menggunakan etalase kaca klasik dan meja panjang untuk makan bareng.

Kisaran harga menu rumahan seperti ini biasanya berada di kisaran Rp15.000–Rp30.000 per porsi, tergantung kombinasi lauk, sehingga total per orang tetap bersahabat.
Tempat seperti ini cocok untuk keluarga yang ingin makan seperti warga lokal dan untuk pasangan yang merasa lebih nyaman di tempat makan yang tidak terlalu ramai wisatawan.

8. Lesehan Khas Lombok di Jalur Pujut – Arah Mandalika

Jalur Pujut yang menghubungkan wilayah Lombok Tengah dengan kawasan pantai dan Mandalika menyimpan beberapa warung lesehan yang sudah sejak lama melayani pelancong.
Menu andalannya berkisar pada ayam bakar atau ayam bumbu khas Lombok, ikan bakar, plecing kangkung, serta sambal yang meriah tanpa kompromi.

Dengan posisi di jalur menuju pantai, tempat-tempat ini sering jadi pilihan untuk makan siang atau makan malam setelah seharian main di laut.
Konsep lesehan memungkinkan anak-anak lebih leluasa bergerak, sementara pasangan bisa menikmati suasana makan santai yang nggak terlalu formal.

Jika dananya diatur dengan pola sharing lauk (satu ekor ayam untuk beberapa orang, plus sayur dan sambal), budget per orang masih realistis berada di kisaran Rp30.000–Rp50.000.
Rasanya mungkin tidak se-ramai branding restoran kota besar, tapi justru di sini kamu mendapatkan nuansa makan di “rumah saudara” di Lombok Tengah.

{snippet}

9. Jajanan Tradisional di Pasar-Pasar Lombok Tengah

Selain nasi dan lauk berat, Lombok Tengah juga punya jajanan tradisional yang bisa kamu temukan di pasar dan warung kecil di sekitar Praya dan desa-desa sekitarnya.
Beberapa sumber menyebutkan aneka kue basah dan kue kering khas Lombok yang biasa dijual di area pasar—mulai dari jajanan manis berbasis ketan sampai kue gurih yang pas menemani kopi atau teh.

Mencicipi jajanan tradisional di pasar juga memberi kamu kesempatan melihat ritme harian warga lokal: ibu-ibu yang sibuk belanja, pedagang yang ramah mengajak ngobrol, dan suasana yang jauh dari kesan “serba turis”.
Kalau sebelumnya kamu sudah akrab dengan jelajah kuliner seperti di Wisata Kuliner Halal Lombok Timur: Rute Selong–Masbagik, pola “keliling pasar, jajan kecil-kecil dulu” ini pasti terasa familiar.

Harga jajanan tradisional umumnya sangat terjangkau; dengan Rp20.000–Rp30.000 kamu sudah bisa membawa pulang beberapa jenis kue berbeda.
Ini cocok untuk keluarga yang bawa anak kecil, atau pasangan yang ingin punya camilan untuk dinikmati di penginapan sambil merencanakan rute besok.

10. Warung Kopi Lokal di Praya dan Sekitarnya

Untuk menutup hari, secangkir kopi di warung lokal selalu jadi ide yang menyenangkan.
Praya dan sekitarnya punya sejumlah warung kopi dan tempat ngopi sederhana yang sudah cukup lama hadir sebagai tempat berbagi cerita warga setempat.

Menu di tempat seperti ini biasanya sederhana: kopi tubruk, teh manis, kadang ada kopi susu, plus gorengan atau camilan kecil yang disajikan di piring besar di tengah meja.
Kamu duduk, pesan minum, lalu membiarkan obrolan—antara sesama pengunjung ataupun dengan pemilik warung—mengalir begitu saja.

Dengan kisaran harga di bawah Rp30.000–Rp40.000 per orang untuk minuman dan sedikit camilan, tempat ngopi lokal adalah penutup manis untuk hari yang penuh eksplorasi kuliner.
Untuk keluarga, ini bisa jadi momen rekap hari bersama anak-anak; untuk pasangan, ini adalah ruang kecil yang tenang untuk diam dan saling bertukar cerita setelah seharian jalan.

{snippet}


Tabel Ringkas Kuliner Halal Legendaris di Lombok Tengah

Nama tempatArea & patokan umumMenu andalanKisaran harga per orangCocok untuk
Nasi Balap Puyung Inaq Esun  Puyung & Tanak Awu, dekat Bandara Internasional Lombok  Nasi balap ayam suwir pedas, kedelai goreng, sambal ± Rp25.000–50.000 (nasi + lauk + minum)  Keluarga transit, pasangan yang baru pertama kali ke Lombok
Nasi Balap Puyung Demokrasi  Praya, sekitar Jl. Rinjani dan sekitarnya  Nasi balap dengan lauk ayam pedas dan telur asin ± Rp25.000  Keluarga yang menginap di kota, pasangan pencari suasana lokal
Nasi Balap Puyung RM Cahaya  Penujak, Praya Barat, jalur ke pantai selatan  Nasi balap dengan tambahan sate pusut dan lauk lain ± Rp25.000–40.000  Keluarga sebelum/ sesudah main ke pantai, pasangan yang suka eksplor
Nasi Balap di Jalur Raya Puyung  Jalur Kediri–Praya, kawasan Puyung–Jonggat  Nasi balap pedas khas Lombok ± Rp18.000–25.000  Singgah cepat saat road trip, pasangan penyuka warung pinggir jalan
RM Dua Em Bersaudara  Jalur utama kawasan Puyung, Lombok Tengah  Ayam taliwang, ayam julat, sate sum-sum, plecing kangkung ± Rp30.000–50.000 (sharing lauk)  Keluarga makan besar, pasangan yang hobi food tasting
Warung Nasi Run Puyung  Jalan Raya Puyung, Jonggat  Nasi run dengan lauk rumahan dan telur asin ± Rp18.000–23.000  Sarapan/makan siang singkat, pasangan pencari menu unik
Rumah makan rumahan Praya  Area pusat kota Praya, dekat perkantoran dan jalan utama  Lauk rumahan (ayam, ikan, sayur, sambal) ± Rp15.000–30.000  Keluarga yang mau makan “kayak warga lokal”, pasangan yang suka suasana santai
Lesehan jalur Pujut–Mandalika  Jalur Pujut, arah kawasan Mandalika  Ayam bakar, ikan bakar, plecing kangkung, sambal ± Rp30.000–50.000 (sharing lauk)  Keluarga setelah main di pantai, pasangan yang ingin makan santai
Jajanan tradisional Lombok Tengah  Pasar-pasar di Praya dan desa sekitar  Kue basah dan kue kering khas Lombok ± Rp20.000–30.000 (aneka jajan)  Keluarga dengan anak kecil, pasangan yang suka camilan
Warung kopi lokal Praya  Sekitar pusat kota Praya  Kopi tubruk, teh manis, gorengan ± Rp20.000–40.000  Keluarga rehat sore, pasangan yang ingin penutup hari yang tenang
 {{snippet}snippet}

Inspirasi Itinerary Kuliner Sehari di Lombok Tengah

Kalau kamu tipe yang senang merangkum banyak rasa dalam satu hari, dua inspirasi rute berikut bisa jadi panduan santai.
Anggap saja ini semacam “cheat sheet” supaya kamu tidak bengong memikirkan mau makan di mana.

Itinerary Keluarga (Full Day, ± Rp150.000–Rp200.000 per Orang)

  • Pagi: Sarapan nasi balap di Puyung atau Praya
    Mulai hari dengan sepiring nasi balap di Nasi Balap Puyung Inaq Esun atau Nasi Balap Puyung Demokrasi.

  • Siang: Makan besar di RM Dua Em Bersaudara
    Pilih lauk ayam taliwang, plecing kangkung, plus satu lauk tambahan, lalu makan rame-rame.

  • Sore: Jajan tradisional di pasar
    Singgah ke pasar di Praya atau desa terdekat untuk membeli aneka kue tradisional sebagai camilan sore.

  • Malam: Makan lesehan di jalur Pujut–Mandalika
    Tutup hari dengan ayam bakar atau ikan bakar di warung lesehan sambil cerita-cerita tentang highlight perjalanan hari itu.

Dengan pola sharing lauk, budget total per orang untuk 3–4 kali makan masih bisa dijaga di kisaran Rp150.000–Rp200.000.

Itinerary Couple (Half Day / Short Escape)

  • Brunch: Nasi balap dekat bandara atau Praya
    Kalau baru mendarat atau punya waktu sebelum terbang, mampir ke Inaq Esun di Tanak Awu atau ke Nasi Balap Puyung Demokrasi di Praya.

  • Sore: Ngopi di warung kopi lokal Praya
    Pesan kopi tubruk dan sedikit gorengan, lalu gunakan waktu ini untuk istirahat dan ngobrol santai.

  • Malam: Makan dengan lauk khas Lombok di Puyung
    Akhiri dengan makan malam di rumah makan keluarga seperti Dua Em Bersaudara, berbagi beberapa jenis lauk dalam satu meja.

Rute ini cocok buat kamu yang ingin menggabungkan rasa pedas, hangatnya obrolan, dan suasana kota kecil yang pelan tapi berkesan.


Penutup

    Dengan kombinasi rasa pedas yang jujur, harga yang manusiawi, dan keramahan tuan rumah, Lombok Tengah menawarkan pengalaman kuliner halal yang bikin perut kenyang dan hati adem.
    Mungkin kamu awalnya datang hanya untuk mampir di Mandalika atau mengejar air terjun yang tenang seperti di 10 Tempat Wisata NTB Pilihan: Rute & Etika untuk Backpacker Introvert, tapi bukan tidak mungkin justru kenangan terkuatmu nanti adalah suara piring beradu dan aroma sambal di warung pinggir jalan.

    Referensi Eksternal


    {snippet}

    ✓ Link berhasil disalin!