Wisata Kuliner Halal di Bandar Lampung: 10 Legenda ≤75K
Panduan wisata kuliner halal di Bandar Lampung: 10 tempat legendaris non-franchise (10+ tahun) dengan budget ≤75K/pax, plus rute couple yang praktis dan tips cek halal.
Bandar Lampung itu tipe kota yang kalau kamu niat “cuma mau ngemil”, ujung-ujungnya bisa jadi food marathon—dan anehnya, tetap pengin lanjut. Apalagi kalau kamu datang berdua: satu jadi “kompas”, satu lagi jadi “reminder budget” yang suka bilang, “Sayang, inget… maksimal 75K per orang.” 😅
Di artikel ini, aku kurasi 10 tempat makan halal (atau minimal halal-friendly yang jelas bukan babi & bukan alkohol—dan umumnya Muslim-owned) yang sudah bertahan 10+ tahun, bukan franchise, dan masih masuk akal buat kantong: ≤75K/pax kalau kamu pilih menu dengan wajar.
Catatan objektif penting: status “halal” paling aman kalau ada sertifikasi/label resmi. Buat cek produk bersertifikat, kamu bisa pakai fitur penelusuran di situs BPJPH/halal.go.id.
Untuk penelusuran produk di ekosistem LPPOM MUI, ada fitur “Search Product/Cek Produk Halal” di situs resminya.
Untuk rumah makan, cara paling jujur tetap: tanya langsung, lihat dapur/etalase, dan amati menunya (mis. tidak ada minuman beralkohol).
Catatan penting: “halal-friendly” itu apa, sih?
Aku pakai istilah halal-friendly. Jadi pendekatannya begini:
-
Pilih tempat yang jelas tidak memakai babi/lard atau punya reputasi halal-friendly.
-
Tetap tanya langsung (terutama untuk saus, minyak, atau dapur campur).
-
Kalau kamu strict halal, utamakan tempat yang paling “aman” dari sisi praktik dan komunikasi di lapangan.
DAFTAR ISI
- Kenapa “seruit” wajib masuk radar?
- Peta cepat: 10 spot legendaris (biar gampang milih)
- Rute 1 hari buat couple (ringan, tapi berasa)
- 10 tempat makan legendaris halal di Bandar Lampung (detail & tips hemat)
- 1) Mie Khodon (Teluk Betung) — legenda ebi dari era 1960-an
- 2) Bakso Son Haji Sony — berdiri sejak 1996, klasik tanpa gimmick
- 3) Nasi Uduk Toha — berdiri sejak 1990-an, cabang lokal (bukan franchise)
- 4) Seruit Buk Lin (Pahoman) — berdiri sejak 2007, paket 35–70K
- 5) Sate Padang Sidi — sejak 4 Nov 1970, mulai 28K (ditulis media)
- 6) Soto Kudus & Nasi Gandul Hj. Heny — berdiri sejak 2008, jam buka pagi
- 7) Sate Luwes — disebut berdiri sejak 1983
- 8) RM Begadang (Begadang II) — berdiri sejak 1978 (rujukan penelitian)
- 9) RM Mbok Wito — merintis sejak 2009, berkembang jadi 3 cabang
- 10) Warung Soto Bu Yanti — legend sejak 1970, mulai 12 ribuan
- Checklist cepat biar “halal + budget” tetap aman
- Penutup
- Referensi eksternal
Kenapa “seruit” wajib masuk radar?
Kalau kamu ke Lampung dan tidak mencicip seruit, itu kayak ke pantai tapi cuma foto papan nama. Seruit dikenal sebagai kuliner khas Lampung berbahan ikan bakar + sambal (bisa tempoyak/sambal mangga) dan biasanya dimakan rame-rame—nuansanya “kebersamaan” banget.
Peta cepat: 10 spot legendaris (biar gampang milih)
Berikut daftarnya dulu (nanti ada detail per tempat):
-
Mie Khodon (Teluk Betung) – mie khas Lampung, legendaris sejak era 1960-an
-
Bakso Son Haji Sony (Tanjung Karang) – berdiri sejak 1996
-
Nasi Uduk Toha (beberapa titik) – berdiri sejak 1990-an
-
Seruit Buk Lin (Pahoman) – berdiri sejak 2007, paket 35–70K (menurut liputan)
-
Sate Padang Sidi (Tanjung Karang) – eksis sejak 4 Nov 1970, harga mulai 28K (ditulis media)
-
Soto Kudus & Nasi Gandul Hj. Heny (sekitar Enggal) – berdiri sejak 2008
-
Sate Luwes (Kemiling) – disebut berdiri sejak 1983
-
RM Begadang (Begadang II) – berdiri sejak 1978 (rujukan penelitian)
-
RM Mbok Wito – merintis sejak 2009, berkembang jadi beberapa cabang
-
Warung Soto Bu Yanti – “legend sejak 1970”, harga mulai 12 ribuan
Rute 1 hari buat couple (ringan, tapi berasa)
Ini contoh rute yang enak buat berdua: banyak menu bisa sharing, jadi budget makin aman.
-
Brunch (10.00–11.30): Nasi Uduk Toha (porsi kecil + lauk sharing)
-
Siang (12.00–13.00): Seruit Buk Lin (ambil paket pas berdua, jangan kalap)
-
Sore (15.00–16.30): Mie Khodon (hangat-hangat ebi, cocok buat “rehat sebelum lanjut”)
-
Malam (19.00–21.00): Sate Padang Sidi atau Soto Bu Yanti (pilih salah satu, biar ≤75K tetap waras)
Kalau kamu mau versi rute “≤75K/pax” ala kota lain untuk perbandingan, kamu bisa sisipkan cek Wisata Kuliner Halal-Friendly Batam: Rute 1 Hari + Oleh-Oleh atau Wisata Kuliner Halal-Friendly Kota Jambi: 10 Legenda.
-
Pembuatan Aplikasi Berbasis Web Sistem Manajemen Sekolah
-
Jasa Backlink DoFollow Berkualitas Dari Berbagai Topik
-
Jasa Pembuatan Hingga Kustomasi Aplikasi Berbasis Website
-
Jasa Renovasi/Perombakan Tampilan Situs Web Dinamis dan Statis
-
Jasa Pengelolaan Website Joomla, Wordpress, Hingga CMS Lainnya
10 tempat makan legendaris halal di Bandar Lampung (detail & tips hemat)
1) Mie Khodon (Teluk Betung) — legenda ebi dari era 1960-an
Kalau kamu suka kuliner yang “khas daerah, bukan sekadar enak”, Mie Khodon itu kandidat kuat. Beberapa sumber menyebut eksis sejak sekitar 1960 (ada juga yang menulis tahun berbeda di awal 1960-an), intinya: ini old timer.
Lokasi: area Jl. Ikan Bawal (Teluk Betung) sering disebut sebagai alamat kedainya.
Tips couple: pesan 2 porsi beda (rebus vs goreng), lalu tukeran 3 suap—biar “review-nya adil”.
2) Bakso Son Haji Sony — berdiri sejak 1996, klasik tanpa gimmick
Bakso Sony sering disebut sudah berdiri sejak 1996 dan lokasinya ditulis di Jl. Wolter Monginsidi No 42 A.
Yang menarik, di liputan itu juga disebut harganya sekitar Rp20 ribu untuk bakso/mi ayam tertentu (pada saat artikel dibuat).
Tips hemat: berdua bisa pesan 1 bakso + 1 mi ayam, lalu tambah es/teh—tetap aman di bawah 75K.
3) Nasi Uduk Toha — berdiri sejak 1990-an, cabang lokal (bukan franchise)
DetikFood menulis Nasi Uduk Toha berdiri sejak 1990-an dan kini punya beberapa gerai.
Kalau kamu tipe “tim nasi uduk harus wangi santan”, tempat ini sering jadi rekomendasi. Untuk gambaran harga, menu delivery menunjukkan nasi uduk sekitar Rp11 ribu (angka bisa berubah).
DetikFood menulis Nasi Uduk Toha berdiri sejak 1990-an dan kini punya beberapa gerai. Kalau kamu tipe “tim nasi uduk harus wangi santan”, tempat ini sering jadi rekomendasi.
Untuk gambaran harga, menu delivery menunjukkan nasi uduk sekitar Rp11 ribu (angka bisa berubah). Kalau kamu pengin membandingkan ide rute kuliner murah lintas kota, kamu bisa lanjut baca Kuliner Halal Pekanbaru: 10 Tempat Lawas Favorit Lokal.
4) Seruit Buk Lin (Pahoman) — berdiri sejak 2007, paket 35–70K
Ini salah satu ikon buat “makan Lampung yang sebenarnya”. Dalam liputan, pemilik menyebut mulai berdiri tahun 2007 dan paket seruit lengkap disebut ada di rentang Rp35–70 ribu.
Ada juga pemberitaan yang menegaskan rentang harga seruit 35–70K dan menyorot popularitasnya.
Tips couple: ambil paket yang cukup untuk 2, jangan “paket rame-rame” (nanti rame-nya di dompet).
-
Domain, Hosting, Hingga VPS Murah untuk Proyek Anda
-
Berbisnis halal bikin hati tenang. Cek caranya disini!
-
Tingkatkan SEO Website Dengan Ribuan Weblink Bebagai Topik!
-
Sewa Domain, Hosting, dan VPS untuk Proyek Digital Anda!
-
Mau Hemat Biaya Transfer Antar Bank dan Isi Saldo e-Wallet?
5) Sate Padang Sidi — sejak 4 Nov 1970, mulai 28K (ditulis media)
Kalau kamu tim sate padang yang kuahnya nendang dan dagingnya nggak pelit, ini wajib dicoba. Ada artikel yang menulis usaha ini sudah ada sejak 4 November 1970, beralamat di Jl. Wolter Monginsidi No. 32, dengan harga mulai Rp28 ribu.
Tips hemat: cukup 1 porsi/orang + air mineral. Kuah sate padang biasanya sudah bikin “kenyang bahagia”.
6) Soto Kudus & Nasi Gandul Hj. Heny — berdiri sejak 2008, jam buka pagi
Buat kamu yang suka menu berkuah tapi pengin opsi “pagi-pagi pun bisa”, tempat ini menarik. IDN Times menulis berdiri sejak 2008, jam buka 07.00–21.00, dan menyebut harga mulai Rp17 ribu.
Tips couple: kalau bingung pilih soto atau nasi gandul—pesan beda, sharing. Relationship aman, perut aman.
7) Sate Luwes — disebut berdiri sejak 1983
IDN Times menulis Sate Luwes berdiri sejak 1983 dan menyebut lokasinya (Kemiling) sebagai salah satu sate legendaris.
Soal harga, ada sumber lain yang menyebut kisaran sekitar Rp40 ribu per porsi (angka bisa berubah).
Tips hemat: kalau kamu sudah makan berat siang, malam cukup sate + lontong berdua (atau sate satu porsi, tambah es teh dua).
8) RM Begadang (Begadang II) — berdiri sejak 1978 (rujukan penelitian)
Kalau kamu butuh tempat “makan serius” yang nyaman buat ngobrol lama (couple-friendly juga), Begadang sering jadi pilihan. Dalam naskah penelitian, disebut Restoran Begadang di Bandar Lampung berdiri sejak 1978.
Tips ≤75K: di rumah makan Padang, strategi hemat paling ampuh: pilih 1 lauk utama + sayur, skip “nambah-nambah lucu”.
9) RM Mbok Wito — merintis sejak 2009, berkembang jadi 3 cabang
TerasLampung menulis RM Mbok Wito merintis sejak 2009 dan (pada waktu pemberitaan) sudah ada tiga cabang di Bandar Lampung.
Tips couple: pilih menu “rumahan” yang ringan, cocok buat yang pengin makan enak tanpa terasa “berat banget”.
10) Warung Soto Bu Yanti — legend sejak 1970, mulai 12 ribuan
Untuk yang kangen soto gaya jadul (dan budget-friendly), RadarLampung menulis Warung Soto Bu Yanti sebagai “legend sejak 1970” dengan harga mulai Rp12 ribuan.
Tips couple: ini tipe tempat yang bikin kamu berkata, “Kok murah?” lalu pasanganmu jawab, “Makanya jangan nambah 3 kali.” 😄
Checklist cepat biar “halal + budget” tetap aman
-
Tanya langsung: “Ada babi/alkohol nggak? Satu dapur nggak?” (simple, tapi efektif).
-
Untuk produk kemasan/oleh-oleh, kamu bisa cek sertifikat halal lewat kanal resmi BPJPH/halal.go.id.
-
Kalau kamu butuh kanal cek produk halal dari ekosistem LPPOM MUI, gunakan fitur pencarian produk di situs resminya.
-
Budget ≤75K/pax paling aman kalau: makan berat 2x saja, sisanya porsi sharing/snack.
Penutup
Bandar Lampung itu menyenangkan karena legendanya masih hidup—bukan cuma di cerita, tapi benar-benar bisa kamu datangi, kamu cicipi, dan (kalau cocok) kamu ulangi. Tinggal pilih: mau yang berkuah, yang dibakar, yang pedas “seruit level gotong royong”, atau yang bikin kamu diam sebentar karena enaknya nggak sopan.
Referensi eksternal
-
BPJPH (Kemenag): panduan cek status sertifikasi halal via halal.go.id
-
LPPOM MUI: fitur “Search Product / Cek Produk Halal”
-
Disparekraf Provinsi Lampung: sambal/seruit sebagai identitas kuliner Lampung
-
Indonesia Travel (Wonderful Indonesia): seruit sebagai kuliner khas Lampung
-
DetikFood: profil Nasi Uduk Toha (sejak 1990-an)
-
Republika: Bakso Son Haji Sony (sejak 1996, alamat & kisaran harga di artikel)
-
Kumparan (Lampung Geh): Seruit Buk Lin (sejak 2007, paket 35–70K di artikel)
-
RMOL Lampung: Sate Padang Sidi (sejak 1970, alamat & kisaran harga di artikel)
-
IDN Times: Soto Kudus & Nasi Gandul Hj. Heny (sejak 2008, jam buka & harga mulai di artikel)
-
RadarLampung: Soto Bu Yanti (legend sejak 1970, harga mulai 12 ribuan di artikel)
-
TerasLampung: RM Mbok Wito (merintis sejak 2009, berkembang cabang)
Tebejowo.com didukung oleh pembaca. Kami mungkin memperoleh komisi afiliasi ketika Anda membeli melalui tautan di situs web kami. Untuk kolaborasi, sponsorship, hingga kerjasama, bisa menghubungi: 0857-1587-2597.
Ikuti juga kami di Google News untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru dari gawai Anda.




















