Skip to main content
Ilustrasi Anak Malas. Sumber: lasgafasdepensar.com

7 Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Menimbulkan Rasa Takut Bagi Mereka

Sebagai orangtua, tentunya Anda ingin anak-anak tumbuh dengan perasaan percaya diri tentang diri mereka sendiri. Beberapa orangtua mungkin akan menghindari mendisiplinkan anak karena takut membuat anak-anak merasa tidak aman.

Tapi, mendisiplinkan anak itu perlu untuk memperbaiki perilaku buruk anak agar tidak berlanjut hingga mereka tumbuh dewasa. Melansir Bright Side, berikut 7 cara mendisiplinkan anak tanpa membuat mereka merasa takut.

DAFTAR ISI

Iklan Afiliasi

Berikan Alasan dan Jelaskan Masalahnya

Daripada marah-marah, mulailah membuka percakapan dengan kondisi yang tenang. Hal ini akan membuat anak tahu bahwa Anda mengerti kalau mereka memiliki tujuan baik, meskipun mereka melakukan kesalahan.

Kemudian, jangan sungkan untuk menjelaskan dampak dari kesalahan yang telah mereka perbuat terhadap orang lain. Dengan memberikan penjelasan akan mendorong mereka untuk berpikir lebih hati-hati tentang konsekuensi dari perilaku mereka di masa depan.

Bantu Mereka Memecahkan Masalahnya

Bantulah anak-anak dengan memberikan solusi untuk memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi. Dengan memberikan perspektif yang berbeda, Anda dapat membantu mereka untuk memperluas pikiran.

Ini sangat membantu untuk menghadapi situasi yang merupakan masalah berulang yang dialami anak-anak. Ketika mereka berhasil memecahkan masalah, jangan sungkan untuk memberikan pujian.

Hindari Penggunaan Label

Iklan Afiliasi

Ketika Anda hendak menegur anak, hindari melabeli anak dengan kata-kata, seperti: anak pemalas, anak nakal, dan lain sebagainya. Hal ini dapat mengubah cara anak melihat diri mereka sendiri dan seorang anak yang menganggap diri mereka buruk lebih mungkin untuk berperilaku tidak baik.

Pastikan Anda memisahkan perilaku mereka dari siapa mereka sebagai individu.

Belajar Mendengarkan Mereka

Salah satu kesalahan besar yang dilakukan orangtua adalah tidak mendengarkan pendapat anak mereka. Sangat penting untuk memberikan perhatian pada anak dan menunjukkan bahwa Anda peduli.

Dengarkan mereka saat mereka menjelaskan apa yang terjadi. Ini juga bisa menjadi cara yang baik untuk memperhatikan perilaku anak dan menjadi kesempatan bagus untuk mendiskusikan perasaan mereka.

Jadikan Disiplin Sebagai Pembelajaran, Bukan Hukuman

Jadikan fokus disiplin Anda sebagai pembelajaran pada anak, bukan sebagai hukuman. Beri mereka konsekuensi atas tindakan mereka dan jelaskan kepada mereka untuk belajar dari kesalahan.

Yakinkan mereka bahwa akan ada kesempatan bagi mereka untuk mencoba dan berbuat lebih baik di masa depan.

Hindari Teriakan dan Menggunakan Kata-kata Yang Kasar

Iklan Afiliasi

Penelitian menunjukkan bahwa berteriak dan menggunakan kata kasar dapat membuat anak merasa takut dan tidak aman, yang dapat menyebabkan perilaku agresif.

Menggunakan kata kasar pada anak dapat memiliki efek jangka panjang, termasuk harga diri rendah, agresi, dan kecemasan. Lebih baik menenangkan mereka sehingga anak merasa dicintai dan diterima.

Hindari Mendisiplinkan Anak di Tempat Umum

Cobalah untuk mendisiplinkan anak di rumah. Mendisiplinkan anak di tempat umum bisa membuat anak merasa malu yang dapat menyebabkan kecanggungan sosial serta menyimpan kebencian pada orangtua mereka. Sudah pasti Anda tidak ingin anak Anda membenci Anda, kan?

 

Sebagai orangtua, penting untuk mendisiplinkan anak. Namun, gunakanlah pendekatan yang lebih ramah agar anak merasa dihargai dan dicintai. Jangan sampai niat untuk mendisiplinkan anak justru memberikan trauma mendalam untuk mereka di kemudian hari.

 

Dikutip dari artikel berjudul, "Tanpa Harus Marah-marah, Begini 7 Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Menimbulkan Rasa Takut", oleh Retno Anggraini.

 

Tebejowo.com didukung oleh pembaca. Kami dapat memperoleh komisi afiliasi ketika Anda membeli melalui tautan di situs web kami. Terima kasih banyak, orang baik. Lebih lanjut >

Seputar Anak